Cara Membangun Kekompakan di Kantor

Kata “Kompak” mungkin merupakan hal yang diidam-idamkan oleh seluruh karyawan yang bekerja dalam sebuah tim di kantor. Pun saya inginnya begitu ketika bekerja. Ingin kompak dengan teman kerja yang lain. Namun selalu saja ada hambatan ketika kita sebagai karyawan ingin membangun kekompakan.

Beberapa hal yang menjadi kendala terbangunnya kekompakan di kantor antara lain:

Teman Kerja yang Bermuka Dua

Bagaimana kekompakan bisa dibangun sementara ada satu dua orang karyawan yang menginginkan perpecahan. Memang wajar jika dalam suatu perusahaan ada perbedaan pendapat di antara para karyawan. Namun seyogyanya jangan menjadikan perbedaan tersebut sebagai hal yang menghambat kesuksesan dalam bekerja.

Selain mencari nafkah dalam pekerjaan yang kita jalani, tentu donk ada keinginan serta target lain di posisi yang kita duduki sekarang. Misalnya saja kita ingin meraih prestasi dengan kenaikan jabatan.

Namun semua mimpi karir kita tidak akan dapat tercapai jika dilakukan dengan seorang diri. Ada tim yang harus bergerak di dalamnya. Bisa jadi bukan kita saja yang berhasil namun seluruh anggota tim merasakan manfaat dari prestasi yang kalian kerjakan. Bonus tahunan misalnya.

Dengan adanya kekompakan dan saling koordinasi dalam pekerjaan maka karir cemerlang bisa kita raih. Namun jika hanya ada salah satu orang saja yang ingin sukses dan menjatuhkan teman kerja lainnya, bagaimana akan sukses bersama. Disinilah pentingnya kekompakan di dalam sebuah tim.

Lingkungan Kerja Tidak Mendukung

Budaya kerja perusahaan terkadang turun temurun sehingga kita sebagai karyawan bisa jadi mengikuti budaya lama yang buruk.

Seperti lingkaran setan yang tidak ada akhirnya maka begitulah budaya perusahaan yang tidak baik akan menjauhkan dari rasa kompak setiap karyawannya.

Pemimpin yang baik sejatinya bisa melihat situasi ini dan mendorong karyawan agar menjaga kekompakan mereka.

Selain itu budaya senior dan junior di kantor memang seharusnya ditiadakan. Bukan lantas yang senior bisa seenaknya bekerja memerintah junior. Diharapkan semua komponen karyawan mengerti hak dan kewajiban agar tidak saling memberi pressure.

Baiklah, semoga yang saya paparkan bisa membantu kalian membangun kekompakan kerja ya.

Leave a Comment