Tips Mengatasi Burnout di Kantor

Setiap orang yang bekerja pasti pernah mengalami kejenuhan. Mau itu Anda seorang karyawan baru maupun yang sudah bertahun-tahun bekerja di sebuah perusahaan. Itu adalah hal yang wajar banget kok. Anda bukan malaikat yang harus tampil sempurna di tempat kerja.

Ada banyak cari mengatasi burnout di kantor. Namun sebagai seorang karyawan, saya memiliki tips mengatasi burnout di kantor yang mungkin bisa kalian tiru. Setidaknya jangan sampai burnout menjadi momok paling menakutkan untuk seluruh karyawan.

Ambil Cuti

Kalau saya pribadi semisal mengalami burnout maka hal pertama yang saya lakukan adalah mengambil cuti. Memang terkesan sedikit lari dari masalah namun setidaknya kita bisa melupakan sejenak masalah di kantor.

Cuti merupakan cara paling elegan bagi saya karena ada ijin secara tertulis juga dan pimpinan mengetahui. Walau cuti tidak saya pergunakan jalan-jalan namun setidaknya saya bisa melepaskan stress dengan berdiam diri di rumah saja.

Lakukan Me Time

Andai cuti tak bisa saya ambil karena ritme pekerjaan yang begitu padat, maka saya lebih memilih melakukan me time di sela-sela jam pulang kerja. Dalam keadaan burnout saya harus tetap menjaga kewarasan agar tidak terjebak dalam masalah kesehatan mental.

Me time itu bisa apa saja. Bagi saya me time paling nyaman adalah menonton film di bioskop. Kalau perawatan di klinik kecantikan sih bisa saja namun mungkin biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Nah kalau menonton film di bioskop kan biayanya masih terjangkau jadi saya lebih memilih menonton saja deh.

Bersyukur

Mungkin terdengar klise yang teman-teman, mengapa sih ketika burnout saya sarankan untuk bersyukur. Ya karena bersyukur merupakan langkah efektif agar kita segera menghilangkan rasa burnoutr tersebut. Coba bayangkan masih banyak orang di luar sana membutuhkan pekerjaan demi menyambung hidup, sementara kita sudah nyaman dengan posisi di kantor dengan gaji tetap.

Demikian tips sederhana dari saya mengatasi burnout di tempat kerja. Intinya selalu afirmasi positif pada diri sendiri dalam upaya menghilangkan burnout. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Comment