Pernah Dibully Ketika Remaja

Kita hidup dimana informasi menyebar cepat sekali dan juga ada beberapa tindakan yang dulunya tabu dilakukan namun sekarang seperti menjadi hal yang wajar. Justru saat ini kita harus berhati-hati dalam bersikap karena dengan kecanggihan teknologi dapat menyebarkan segala perilaku kita.

Mengapa bisa terjadi? Karena kecanggihan teknologi tersebut yang menjadi satu dengan media sosial yang sudah digunakan hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Contoh saya kejadian baru-baru ini seorang laki-laki yang berlaku jahat kepada Ibunya. Dalam hitungan jam rekaman video tersebut sudah meluas dan viral di media sosial. Tidak berapa lama laki-laki itu meminta maaf kepada ibunya dan disaksikan jutaan masyarakat Indonesia.

Salah satu perilaku yang saat ini seolah menjadi wajar adalah bullying yang dilakukan oleh satu atau sekelompok orang kepada orang lain. Saya miris ketika mendengar seorang remaja yang dibully teman-temannya. Lebih miris lagi jika perlakuan bully itu beredar di media sosial tanpa filter.

Mengapa seseorang atau sekelompok orang tega membully orang lain, berikut alasannya:

  1. Ingin dianggap hebat. Membully dengan tujuan ingin dianggap hebat bagi saya seseorang itu sedang mengalami kondisi kesehatan mental yang buruk
  2. Pengaruh lingkungan sekitar. Bisa jadi seseorang tersebut tidak ada niat membully temannya namun karena diajak oleh teman yang lain maka akhirnya terpengaruh

Ketika kamu pernah dibully saat remaja, maka pastinya bisa meninggalkan trauma yang mendalam. Ada banyak cara untuk menghilangkannya rasa trauma akibat dibully. Saya pernah menonton salah satu serial Amerika yang berjudul 9-1-1 dimana salah satu tokoh yang bernama May ketika remaja dibully oleh temannya.

Waktu berlalu, May pun sudah lulus kuliah dan bekerja. Kemudian dia dihubungi oleh teman kuliah yang dulu pernah membullynya. Temannya ingin mengajak May bertemu di suatu tempat. May bingung apakah dirinya harus menerima ajakan tersebut atau mengabaikannya.

Dari adegan di serial tersebut dalam dikatakan peristiwa pembullyan yang dialami oleh seseorang bisa menimbulkan keraguan untuk menjalin pertemanan dengan kawan di masa lalu.

Lalu bagaimana mengatasi trauma ketika pernah dibully di masa remaja? Begini cara sederhana mengatasinya:

  1. Menerima kembali mereka yang pernah membullymu dengan berbagai pertimbangan
  2. Jaga jarak dan berkomunikasi seperlunya
  3. Menjauh dan tak pernah melakukan interaksi dengan si pembully

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *